Logistik surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta
telah siap didistribusikan ke kelurahan di Jakarta dan siap digunakan
untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua 19
April 2017. AKTUAL.
Munzir
Jakarta, Aktual.com – Pelaksanaan Pilkada DKI
Jakarta 2017 kemarin telah menumbangkan pasangan calon petahana Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Siaful Hidayat patut menjadi pelajaran
berharga untuk petahanan yang akan ikut di Pilkada serentak di 2018
nanti.
“Jangan terlalu membanggakan kinerja, capaian dan prestasi yang hanya
berbasis kebahagian data statistik dan angka semata,” kata Penagamat
Politik dari Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) dalam
keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (4/5).
“Jangan mengecewakan rakyat dengan mengabaikan kehendak dan keinginan
rakyat. Dan jangan bermain di zona maha sensitif yang memantik sentimen
negatif, polemik dan memantik kebisingan.”
Dia mengingatkan bagaimana sosok Ahok yang secara kasat mata tidak
akan kalah sebagai incumbent melawan penantangnya dengan tingkat
kepuasan 75 persen. Untuk itulah, menjadi pelajaran penting bagi para
petahana yang akan bertarung kembali di Pilkada.
“Petahana juga penting memastikan capaian kinerja, janji kampanye
yang ditagih rakyat dan prestasinya diketahui dengan baik oleh
masyarakat.”
Setidaknya, kata Ipang, ada dua variabel yang menyebabkan masyarakat
tidak puas terhadap kinerja incumbent, pertama incumbent sudah bekerja
keras luar biasa namun masyarakat tidak pernah mengetahui apa yang sudah
dikerjakannya.
“Dan, kedua, miss persepsi atau sintemen negatif yang tidak dicounter
jauh-jauh hari, alias dibiarkan isu tersebut bergerak bebas, sehingga
masyarakat tidak puas. [Novrizal Sikumbang]
(Wisnu)







