Isyana Sarasvati Akan Tampil di Konser Musik Klasik
Liputan6.com, Jakarta - Isyana Sarasvati
akan tampil dalam sebuah konser musik bertajuk "Vienna at the Turn of
19th Century". Acara tersebut akan digelar di Aula Simfonia, Jakarta,
Sabtu (6/5/2017).
Bisa terlibat dalam konser musik klasik merupakan suatu kebanggaan
tersendiri bagi pelantun "Tetap Dalam Jiwa" tersebut. Selain itu, konser
tersebut juga menjadi ajang Isyana Sarasvati menunjukkan kemampuannya
menyanyikan lagu klasik. Maklum, Isyana merupakan lulusan sarjana musik
klasik di Royal Collage of Music, Inggris.
Pianis Jonathan Kuo dan Isyana Sarasvati berpose sebelum perform
konser Vienna at the Turn of 19th Century, di Jakarta, Rabu (3/5).
Konser yang digelar selama dua jam akan berlangsung di Aula Simfonia,
Kemayoran Sabtu (6/05). (Liputan6.com)
"Saya memang pengin mengembangkan musik klasik di Indonesia. Apalagi
kan saya memang kuliahnya jurusan musik. Makanya saya senang diajak main
di sini. Apalagi yang menjadi konduktornya guru piano saya, Om Iswargia
R Sudarno," kata Isyana Sarasvati, saat ditemui di kawasan Cipete,
Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2017).
Buat Isyana, butuh persiapan khusus untuk tampil dalam panggung musik
klasik. Menyanyikan lagu klasik, kata Isyana, sangat menguras tenaga
dan juga vokalnya.
"Nyanyi lagu klasik karya Mozart itu enggak seperti nyanyi lagu
'Tetap Dalam Jiwa', butuh persiapan. Buat pemanasannya butuh 15-20
menit. Kalau sudah merasa terbuka, baru nyanyi. Jadi butuh teknik dan
butuh jam terbang buat nyanyi klasik," jelas Isyana Sarasvati.
Nantinya, Isyana juga akan ditemani oleh pianis muda
berbakat Jonathan Kuo, yang akan memainkan beberapa musik karya Mozart
dan Beethoven. Untuk tampil maksimal, Jonathan selalu berlatih setiap
hari jelang konser.
"Saya latihan sehari rata-rata lima sampai enam jam. Senang bisa tampil di konser ini bareng Isyana juga," kata Jonathan Kuo.
Mumi Kuno di Museum Yaman Juga Terdampak Perang
Sanaa, Aktual.com – Kelaparan dan penyakit
menghantui yang hidup, namun bahkan yang mati pun tak terhindarkan dari
petaka perang saudara Yaman, yang telah berlangsung dua tahun.
Mumi kuno perlahan rusak di museum utama, yang kekurangan listrik dan
bahan kimia pengawet dari luar negeri, tanda bahwa perang tersebut
tidak hanya merugikan negara itu pada saat ini dan masa depan tapi juga
masa lalunya, yang kaya.
Puluhan mumi itu tersimpan melengkung dalam posisi janin atau
terbungkus di keranjang, yang berasal dari peradaban pagan, yang hilang,
sekitar 2,5 ribu tahun lalu, jauh sebelum kemunculan Islam.
Mumi itu terbaring dalam panel kaca di departemen arkeologi di
universitas utama ibukota Sanaa, mungkin menghabiskan tidur abadi mereka
tanpa sadar akan pesawat tempur lalu lalang menghujani tanah air
mereka.
Persekutuan militer dipimpin Arab Saudi melakukan ribuan serangan
udara dalam upaya menyingkirkan gerakan bersenjata Houthi di Yaman dari
ibu kota perang tersebut, yang telah menewaskan setidak-tidaknya 10.000
orang dan menciptakan bencana kemanusiaan.
(Zaenal Arifin)
OJK Terima 11.000 Pengaduan Penipuan SMS
ilustrasi penipuan pakai hp
Jakarta, Aktual.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima 11 ribu pengaduan dari masyarakat terkait modus penipuan melalui pesan singkat atau SMS.
“Kami minta masyarakat yang menerima pesan singkat meresahkan itu
untuk ‘capture screen’ (potret layar), kemudian laporkan kepada kami,”
kata Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen
OJK Kusumaningtuti S Soetiono di Bali, Rabu (4/5).
Menurut dia, OJK telah berkoordinasi dengan kelompok kerja di
Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir nomor telepon
seluler yang terindikasi menyebarkan pesan singkat dengan konten
penipuan.
“Kami langsung melakukan koordinasi dengan kelompok kerja Kominfo dan
langsung memblokir nomor itu selama lima hari untuk dianalisa,”
imbuhnya.
Ia meminta masyarakat apabila menerima pesan singkat dari orang yang
tidak dikenal dengan modus penipuan untuk mengadukan melalui surat
elektronik di konsumen@ojk.go.id atau melalui nomor 1-500-655.
(Ismed Eka Kusuma)
Jelang Pilkada 2018, Semua Incumbent Harus Berkaca di Pilkada DKI
Logistik surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta
telah siap didistribusikan ke kelurahan di Jakarta dan siap digunakan
untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua 19
April 2017. AKTUAL.
Munzir
Jakarta, Aktual.com – Pelaksanaan Pilkada DKI
Jakarta 2017 kemarin telah menumbangkan pasangan calon petahana Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Siaful Hidayat patut menjadi pelajaran
berharga untuk petahanan yang akan ikut di Pilkada serentak di 2018
nanti.
“Jangan terlalu membanggakan kinerja, capaian dan prestasi yang hanya
berbasis kebahagian data statistik dan angka semata,” kata Penagamat
Politik dari Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) dalam
keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (4/5).
“Jangan mengecewakan rakyat dengan mengabaikan kehendak dan keinginan
rakyat. Dan jangan bermain di zona maha sensitif yang memantik sentimen
negatif, polemik dan memantik kebisingan.”
Dia mengingatkan bagaimana sosok Ahok yang secara kasat mata tidak
akan kalah sebagai incumbent melawan penantangnya dengan tingkat
kepuasan 75 persen. Untuk itulah, menjadi pelajaran penting bagi para
petahana yang akan bertarung kembali di Pilkada.
“Petahana juga penting memastikan capaian kinerja, janji kampanye
yang ditagih rakyat dan prestasinya diketahui dengan baik oleh
masyarakat.”
Setidaknya, kata Ipang, ada dua variabel yang menyebabkan masyarakat
tidak puas terhadap kinerja incumbent, pertama incumbent sudah bekerja
keras luar biasa namun masyarakat tidak pernah mengetahui apa yang sudah
dikerjakannya.
“Dan, kedua, miss persepsi atau sintemen negatif yang tidak dicounter
jauh-jauh hari, alias dibiarkan isu tersebut bergerak bebas, sehingga
masyarakat tidak puas. [Novrizal Sikumbang]
(Wisnu)
Tim Ekonomi Presiden Dinilai Harus Dievaluasi
Jakarta, Aktual.com – Tim ekonomi pemerintahan Joko Widodo dinilai
perlu segera dievaluasi secara total. Jaringan aktivis Pro Demokrasi
(ProDem) menyatakan kinerja Tim ekonomi yang terdiri dari Darmin
Nasution, Sri Mulyani dan Rini Soemarmo dkk, sangat memalukan.
Sekjen ProDem, Satyo Purwanto menilai salah satu buruknya kinerja tim
ekonomi pemerintahan membuat Presiden Jokowi mengeluarkan data yang sah
dalam sebuah forum internasional di Hongkong.
“Kemampuan tim Ekonomi Presiden wajib dievaluasi dan sangat
memalukan, sudah pasti apa yang disampaikan Presiden saat di Hongkong
dipersiapkan dan disajikan oleh Tim ekonomi Presiden dibawah komando
Darmin Nasution, Sri Mulyani, Rini Soemarno dll,” ungkap Satyo dalam
siaran pers yang diterima Aktual, Rabu (3/5).
Selain itu, tim ekonomi pemerintahan juga dinilai tidak kompeten
karena justru membuat kondisi ekonomi Indonesia semakin terpuruk.
“Mereka sangat tidak kompeten dan membawa Indonesia semakin dalam
terjerembab dalam jeratan hutang luar negeri dan masyarakat selalu
menjadi obyek penderita dengan kenaikan harga demi menutupi defisit
pendapatan Negara,” jelas Satyo.
(Nebby)


















